Begitu banyak kenyataan
di mana kesenjangan sosial
dijadikan bahan percobaan
ataupun lahan mencari keuntungan
Tak mampu kami berkata,
hanya bisa berkaca dari airmata
t'lah membisu suara ditindas kelaparan
melilit mengikat pinggang
Apalagi dihujam tatapan kecil tanpa dosa
yang tak mengerti apa-apa
dengan setumpuk permen di tangan
terpaksa akur dengan keadaan
;dikulikan
Relakan tanah sejengkal di hak miliki
dan demi melihat kepulan asap di dapur
terpaksa juga kami amini
- Reviewer: Rangga Okem -
ItemReviewed: Kesenjangan Sosial

Tulisan ini dibuat Oleh Rangga Okem
on 3:20 AM. Dengan Category
Sepucuk kata
.
Sobat dapat mengikuti Update artikel terbaru dari kami melalui
RSS 2.0.
Jangan ragu untuk meninggalkan Komentarnya
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
Related Posts : Sepucuk kata